Pandangan Filsafat Postmodernisme Terkait Kerusakan Alam Yang Berakibat Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera
Downloads
Kerusakan lingkungan yang memicu banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera mencerminkan kegagalan paradigma pembangunan modern yang bersifat antroposentris dan eksploitatif. Artikel ini bertujuan menganalisis krisis ekologi di Sumatera melalui perspektif filsafat postmodernisme sebagai pendekatan kritis terhadap narasi pembangunan dominan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filosofis-kritis melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postmodernisme, melalui kritik terhadap metanarasi modernitas, relasi kuasa, dan rasionalitas instrumental, mampu mengungkap bahwa bencana ekologis bukan semata-mata fenomena alam, melainkan produk konstruksi sosial, politik, dan diskursif yang dilegitimasi oleh praktik pembangunan. Oleh karena itu, artikel ini menegaskan pentingnya dekonstruksi paradigma pembangunan modern serta integrasi etika lingkungan postmodern dan kearifan lokal sebagai dasar perumusan kebijakan pengelolaan lingkungan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Baudrillard, J. (1998). The Consumer Society. London: Sage Publications.
Cheney, J. (1989). Postmodern environmental ethics. Environmental Ethics, 11(2), 117–134.
Derrida, J. (1976). Of Grammatology. Baltimore: Johns Hopkins University Press.
Dryzek, J. (2013). The Politics of the Earth: Environmental Discourses. Oxford: Oxford University Press.
Foucault, M. (1980). Power/Knowledge: Selected Interviews and Other Writings 1972–1977. New York: Pantheon Books.
Gare, A. E. (1995). Postmodernism and the Environmental Crisis. London: Routledge.
Lyotard, J.-F. (1984). The Postmodern Condition: A Report on Knowledge. Minneapolis: University of Minnesota Press.
Nugroho, H. (2019). Paradigma pembangunan dan krisis ekologi. Jurnal Pembangunan Wilayah, 14(1), 55–70. Prasetyo, E. (2020).
Rahmawati, L. (2020). Partisipasi publik dalam kebijakan lingkungan. Jurnal Legislasi Indonesia, 17(3), 321–338.
Suryadi, A. (2022). Kerusakan lingkungan dan bencana alam di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial, 18(2), 201–215.
Wahyuni, D. (2021). Deforestasi dan dampaknya terhadap banjir di Sumatera. Jurnal Geografi Lingkungan, 9(1), 29–42.
Yuliana, T. (2022). Kearifan lokal dan pelestarian lingkungan. Jurnal Antropologi Indonesia, 43(2), 160–175.
Copyright (c) 2026 Aldyans Rio Pratra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa UNES Journal of Swara Justisia (UJSJ) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0).
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di UNES Journal of Swara Justisia (UJSJ).















