Perbandingan Peraturan Merek Terkenal antara Indonesia dan Filipina
Downloads
Penelitian ini mengkaji perbandingan perlindungan hukum terhadap merek terkenal di Indonesia dan Filipina. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan komparatif, melalui analisis undang-undang, regulasi administratif, dan putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menegaskan status well-known mark melalui mekanisme yudisial ex post berdasarkan UU No. 20 Tahun 2016 dan Permenkumham No. 67 Tahun 2016. Sebaliknya, Filipina menyediakan mekanisme administratif ex ante melalui RA 8293 dan IPOPHL Memorandum Circular No. 2025-009. Perbedaan ini membuat perlindungan di Indonesia cenderung kasuistik dan berbasis sengketa, sementara di Filipina lebih preventif dan terstruktur. Perbedaan ini menunjukkan bahwa perlindungan di Indonesia cenderung kasuistik, memakan waktu dan biaya litigasi, sedangkan di Filipina lebih cepat, terstruktur, dan memberikan kepastian ex-ante bagi pemilik merek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun keduanya telah mengadopsi standar Paris Convention dan TRIPS, efektivitas perlindungan masih memerlukan penguatan regulasi dan konsistensi implementasi, terutama dalam menghadapi tantangan perdagangan digital dan lintas negara.
Afif, M. S., & Sugiyono, H. (2021). Perlindungan hukum bagi pemegang merek terkenal di Indonesia. USM Law Review, 4(2), 565.
Azis, A. C., Zetiah, R., & Hermono, B. (2023). Analisis yuridis putusan hakim bagi pemegang merek dagang Polo Ralph Lauren di Indonesia (Putusan Nomor 614 K/Pdt.Sus-HKI/2023). Novum: Jurnal Hukum SPK, 22, 326–388.
Aryani, E. (n.d.). Pelanggaran hak atas merek dan mekanisme penyelesaiannya di Indonesia. Wacana Hukum, 10(1), 117–132.
Bello, M. C. (2022). Filipino intellectual property laws and regulations. Manila: University of Philippines Press.
Cabrera, A. J., & Velez, R. D. (2020). Trademark protection in the Philippines. Asian Law Journal, 12(1), 25–38.
Chandra, D. W., Santoso, B., & Sukma, N. M. (2020). Perlindungan merek terkenal asing yang belum terdaftar di Indonesia (Studi kasus sengketa merek KEEN). Notarius, 13(1), 312–326.
Gaumi, S. D. A., & Hartono, R. (2022). Analisa hukum sengketa merek dagang Geprek Bensu berdasarkan asas kepastian hukum (Studi kasus Putusan No. 196/G/2020/PTUN-JKT). Jurnal Darma Agung, 30(2), 75–90.
Hans, C., & Kansil, C. S. T. (2023). Analisis bentuk perlindungan hukum terhadap penggunaan merek pada kelas barang dan jasa yang sama. UNES Law Review, 6(2), 4163–4171.
Hastuti, I. (2019). Perlindungan hukum bagi pemilik merek terkenal berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Hukum dan Dinamika Masyarakat, 16(2), 174–184.
Haki, I., & Sari, I. (2025). Terjaminnya perlindungan hak atas kekayaan intelektual. Jurnal Hukum, 15, 23–36.
Indrianto, A., Yusnita, & Mela, I. (2017). Aspek hukum pendaftaran merek. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Intellectual Property Office of the Philippines (IPOPHL). (2023). Philippine Intellectual Property Code (RA 8293) and its amendments. Retrieved from https://www.ipophil.gov.ph
IPOPHL. (n.d.). Well-known marks. Retrieved from https://www.ipophil.gov.ph/well-known-marks/
IPOPHL. (2025). Memorandum Circular No. 2025-009: Rules and regulations for the declaration and creation of the register of well-known marks.
Khurana & Khurana. (2020). Protection of well-known marks. Retrieved from https://www.khuranaandkhurana.com/
Lestari, S., Annalisa, Y., & Syaifuddin, M. (2023). Perlindungan hukum bagi pemegang merek pada pembangunan ekonomi kreatif di Indonesia. VERITAS: Jurnal Program Pascasarjana Ilmu Hukum, 9(2), 65–80.
Lim, N. I. P. (n.d.). IPOPHL establishes ex-parte procedure for declaration of well-known marks. Retrieved from https://cruzmarcelo.com/ipophl-establishes-ex-parte-procedure-for-declaration-of-well-known-marks
Lobo, L. P., & Wauran, I. (2021). Kedudukan istimewa merek terkenal (asing) dalam hukum merek Indonesia. Masalah-Masalah Hukum, 50(1), 70–83.
Magister Ilmu Hukum Universitas Trisakti. (2023). No title. Jurnal Ilmu Hukum, 5(4), 553–561.
Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Merek. Berita Negara Republik Indonesia Nomor 2134 Tahun 2016. Retrieved from www.peraturan.go.id
Alburo Alburo and Associates Law Offices. (n.d.). What is the protection extended to a well-known mark? Retrieved from https://www.alburolaw.com/what-is-the-protection-extended-to-a-well-known-mark/
Pabiona, S. J. (2021). Navigating trademark registration and protection in the digital age: The Philippine experience. Journal of Intellectual Property, 8(4), 42–50.
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. (2023). Putusan sengketa merek Jollibee, Putusan No. 9/Pdt.Sus-Merek/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst.
Quintos-Natividad, L. (2020). Trademark protection in the Philippines: Trends and challenges. The Law Gazette.
Salazar, T. S. (2023). The legal landscape of trademarks in the Philippines: A comprehensive guide. Cebu: Law Press.
Suhaeruddin, U. (2023). Hak kekayaan intelektual dalam era digital: Tantangan hukum dan etika dalam perlindungan karya kreatif dan inovasi. Jurnal Hukum Indonesia, 122–128.
Sulasno, I. Z., Marbun, D. Y. M., Nathasya, S. N., & Chrisanta, F. (2023). Analisis yuridis perlindungan hukum bagi pemilik merek terkenal terhadap tindakan penggunaan merek terkenal oleh pelaku UMKM. Padjadjaran Law Review, 11(2), 165–178.
Silitonga, R. B. A., Panjaitan, H., & Saragi, P. (2025). Legal protection for owners of well-known trademarks from the perspective of court decisions. International Journal of Law, Crime and Justice, 2(2), 63–67.
Tanjung, D. R., Njatrijani, R., & Rahmanda, B. (2023). Penerapan prinsip first to file dalam sengketa merek terkenal. Law, Development & Justice Review, 6(2), 111–128.
World Intellectual Property Organization (WIPO). (2021). Madrid system for the international registration of marks. Retrieved from https://www.wipo.int/madrid
Hukumonline.com. (2016). Pusatdata. Retrieved from https://www.hukumonline.com/pusatdata.
Supreme Court of the Philippines. (2005, September 20). Levi Strauss & Co. and Levi Strauss (Phils.), Inc. v. Clinton Apparelle, Inc., G.R. No. 138900. Lawphil. https://lawphil.net/judjuris/juri2005/sep2005/gr_138900_2005.html
World Trade Organization. (n.d.). Uruguay Round Agreement: TRIPS – Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (Part II: Trademarks, Articles 15–21). Retrieved August 27, 2025, from https://www.wto.org/english/docs_e/legal_e/27-trips.pdf
Manzanares, E. L. A. (2025, January 14). Trademark dilution an option for famous brands. Asia Business Law Journal. https://law.asia/trademark-dilution-filipino-famous-brands
Baker McKenzie. (2025, April 15). Philippines: New system for the declaration and registration of well-known marks launched. InsightPlus. https://insightplus.bakermckenzie.com/bkphilippines/ip/philippines-new-system-for-the-declaration-and-registration-of-well-known-marks-launched
Intellectual Property Office of the Philippines (IPOPHL). (2025). Well-known marks: Rules and regulations for the declaration and creation of the register of well-known marks (Memorandum Circular No. 2025-009). GOVPH. https://www.ipophil.gov.ph/well-known-marks.
Supreme Court of the Philippines. (2006, March 31). Shangri-La International Hotel Management, Ltd., Shangri-La Properties, Inc., Makati Shangri-La Hotel & Resort, Inc., and Kuok Philippines Properties, Inc. v. Developers Group of Companies, Inc., G.R. No. 159938. Lawphil. https://lawphil.net/judjuris/juri2006/mar2006/gr_159938_2006.html
Copyright (c) 2026 Triyanti; Sari Nurdiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa UNES Journal of Swara Justisia (UJSJ) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0).
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di UNES Journal of Swara Justisia (UJSJ).















