Eksistensi Tanah Pusako Dalam Kontestasi Politik Agraria: Kajian Kritis Terhadap Hak-Hak Tradisional Masyarakat Adat Minangkabau
Downloads
Artikel ini bertujuan menganalisis eksistensi tanah pusako dalam sistem hukum nasional dan kontestasi politik agraria yang berdampak pada hak-hak tradisional masyarakat adat Minangkabau. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini mengkaji bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan bahan hukum sekunder meliputi literatur dan hasil penelitian terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan teknik interpretasi gramatikal dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah pusako menghadapi problematika yuridis dalam sistem hukum nasional akibat dualisme pengaturan antara hukum adat dan hukum negara. Kontestasi tersebut muncul dalam tiga bentuk: regulasi yang tidak harmonis, konflik kewenangan antara lembaga adat dan pemerintah, serta perebutan sumber daya dalam konteks pembangunan. Penelitian menemukan bahwa meskipun terdapat pengakuan konstitusional terhadap hak-hak masyarakat adat, implementasinya terhambat oleh paradigma sentralistik dalam kebijakan agraria nasional. Studi ini menyimpulkan perlunya rekonstruksi hukum yang mengakomodasi nilai-nilai adat dalam kerangka pluralisme hukum untuk melindungi eksistensi tanah pusako. Penelitian merekomendasikan pembentukan peraturan daerah khusus yang memadukan hukum adat dan hukum nasional dalam pengelolaan tanah pusako masyarakat Minangkabau.
A. Sonny Keraf. 2021. Etika Lingkungan dan Kearifan Tradisional: Perspektif Baru Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam. Jakarta: Kompas Media Nusantara.
Abdul Latif dan Ali Hasbi. 2020. Politik Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.
Adi Priyono dan Siti Nurhaliza. 2024. Transformasi Sosial di Indonesia: Ketimpangan Digital dan Tantangan Keberlanjutan Budaya. Jakarta: Penerbit Kompas.
Adriaan Bedner dan Jacqueline Vel. "Akses terhadap Keadilan: Dari Konsep menuju Indikator Pengukuran di Indonesia." Jurnal Hukum dan Pembangunan 49, no. 1 (2021): 1-21. https://doi.org/10.21143/jhp.vol49.no1.2337
Afrizal dan Adi Prasetijo. "Negosiasi dan Konflik Kepentingan dalam Pengelolaan Sumber Daya: Studi Kasus Masyarakat Adat di Sumatera." Jurnal Masyarakat & Budaya 23, no. 2 (2022): 213-226. https://doi.org/10.14203/jmb.v23i2.1138
Afrizal dan Edi Indrizal. "Modernisasi dan Tantangan Pelestarian Sistem Tanah Pusako: Studi Kasus Nagari Kuranji Padang." Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya 21, no. 2 (2019): 164-178.
Afrizal dan Edi Indrizal. "Tanah Adat di Tengah Ekspansi Kapital: Refleksi Kritis atas UU Cipta Kerja dan Perjuangan Masyarakat Adat Minangkabau." Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, Vol. 24, No. 1 (2022): 62-75. https://doi.org/10.25077/jantro.v24i1.690.
Afrizal. "Contestation of Land Rights in the Frontier: The Case of Tanah Ulayat in Restructuring Minangkabau's Property Regime." Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law 50, no. 3 (2018): 280-294.
Ahmad Fauzi. "Dimensi Spiritual dan Ekologis Hukum Adat: Suatu Tinjauan Kritis." Jurnal Hukum & Pembangunan, 49(3) (2019): 685-703. https://doi.org/10.21143/jhp.vol49.no3.2195
Ahmadi Sofyan. 2021. "Transformasi Hukum Agraria di Indonesia: Dialektika Modernitas dan Lokalitas." Disertasi Doktor pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Arif Zulkifli dan Muhammad Adlin Sila. 2021. Pluralisme Hukum dan Keadilan Restoratif: Studi Resolusi Konflik di Masyarakat Adat Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Asri Wijayanti. "Karakteristik Hukum Adat dalam Perspektif Pembentukan Sistem Hukum Nasional." Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 25(1) (2018): 69-89. https://journal.uii.ac.id/IUSTUM/article/view/9407
Asrinaldi dan Yoserizal. "Revitalisasi Nilai-Nilai Adat Minangkabau dalam Penyelesaian Konflik Agraria Kontemporer." Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya 23, no. 2 (2021): 187-199. https://doi.org/10.25077/jantro.v23i2.418.
Erwan Agus Purwanto. 2021. Politik Sumber Daya Alam: Konflik Kepentingan dan Relasi Kekuasaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Franz von Benda-Beckmann dan Keebet von Benda-Beckmann. Political and Legal Transformations of an Indonesian Polity: The Nagari from Colonisation to Decentralisation. Cambridge: Cambridge University Press, 2013, 115-117.
Irwandi dan Endrizal. "Tungku Tigo Sajarangan: Analisis Terhadap Pola Kepemimpinan Tradisional dalam Masyarakat Minangkabau." Jurnal Ilmu Sosial Mamangan 8, no. 1 (2019): 37-50. https://doi.org/10.22202/mamangan.2019.v8i1.3107.
Iskandar Zulkarnain dan Alfan Miko. "Dialektika Hukum Adat dan Hukum Negara: Adaptasi Lembaga Adat dalam Resolusi Konflik di Minangkabau Kontemporer." Jurnal Sosiologi Nusantara 8, no. 1 (2022): 42-58. https://doi.org/10.33369/jsn.8.1.42-58
Jimly Asshiddiqie. 2018. Perihal Undang-Undang. Jakarta: Rajawali Pers.
John Paul Lederach. 2017. Building Peace: Sustainable Reconciliation in Divided Societies. Washington, DC: United States Institute of Peace Press.
Khairil Fahmi. "Politik Hukum Pengaturan Tanah Ulayat di Sumatera Barat." Jurnal Konstitusi 13, no. 2 (2016): 454-476. https://jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/1318
Kurnia Warman 2016. Hukum Agraria dalam Masyarakat Majemuk: Dinamika Interaksi Hukum Adat dan Hukum Negara di Sumatera Barat. Jakarta: Van Vollenhoven Institute dan HuMa.
Kurnia Warman dan Hengki Andora. "Dinamika Hukum Tanah Adat dalam Perspektif Pluralisme Hukum di Indonesia." Jurnal Konstitusi, Vol. 19, No. 1 (2022): 173-195. https://doi.org/10.31078/jk1918.
Kurnia Warman dan Syofiarti. "Integrasi Hukum Adat dan Hukum Negara dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat: Studi di Minangkabau." Jurnal Hukum & Pembangunan 50, no. 2 (2020): 426-448. https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no2.2605.
Kurnia Warman dan Syofiarti. "Pola Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat di Sumatera Barat: Sinergi Antara Hukum Negara dan Hukum Adat." Jurnal Konstitusi 17, no. 1 (2020): 62-83. https://doi.org/10.31078/jk1714
Kurnia Warman. "Bajanjang Naiak Batanggo Turun: A Minangkabau Conflict Resolution Model in Land Disputes Management." International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding 5, no. 2 (2018): 271-284. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v5i2.374.
Kurnia Warman. "Pola Penguasaan Tanah dan Reforma Agraria: Studi Kasus Tanah Ulayat di Minangkabau." Jurnal Mimbar Hukum 31, no. 1 (2019): 43-58. https://jurnal.ugm.ac.id/jmh/article/view/39928
Kurnia Warman. 2010. Hukum Agraria dalam Masyarakat Majemuk: Dinamika Interaksi Hukum Adat dan Hukum Negara di Sumatera Barat. Jakarta: HUMA.
Kurnia Warman. 2019. Pola Hubungan Hukum dalam Pemanfaatan Tanah Ulayat di Sumatera Barat. Padang: Andalas University Press.
Kurnia Warman. 2020. Hukum Agraria dalam Perspektif Sosio-Historis: Dialektika Hukum Adat dan Hukum Negara di Minangkabau. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Kurnia Warman. 2021. Hukum Agraria dalam Masyarakat Majemuk: Dinamika Interaksi Hukum Adat dan Hukum Negara di Indonesia. Jakarta: Epistema Institute.
Kurnia Warman. Hukum Agraria dalam Masyarakat Majemuk: Dinamika Interaksi Hukum Adat dan Hukum Negara di Sumatera Barat. Jakarta: Van Vollenhoven Institute dan HuMa, 2016, 89-92.
L. Bernard. "Soepomo dan Konsep Hukum Adat sebagai Volkgeist Indonesia." Jurnal Rechtsvinding, 7(2) (2018): 195-212. https://rechtsvinding.bphn.go.id/view/view_online.php?id=271
M. Syamsudin. "Keadilan Substantif yang Terabaikan dalam Sengketa Sumber Daya Alam: Kajian Sosio-Legal pada Konflik Agraria di Kawasan Hutan." Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 25, no. 2 (2018): 265-287. https://doi.org/10.20885/iustum.vol25.iss2.art5
Mansour Fakih. 2022. Transformasi Sosial: Kritik Paradigma dan Perspektif Emansipatoris. Yogyakarta: INSIST Press.
Manuel Bastells. "The Information Age: Network Society and Cultural Identity in the Digital Era." Journal of Global Transformations 15, no. 3 (2023): 287-312. https://doi.org/10.1080/jgt.2023.15.3.287.
Mengatur kedudukan nagari sebagai kesatuan masyarakat hukum adat
Mengatur status, eksistensi, dan pemanfaatan tanah ulayat di Minangkabau
Muhammad Yusuf. "Dinamika Tanah Ulayat Minangkabau di Era Globalisasi." Jurnal Ilmu Hukum 22, no. 3 (2019): 339-358. https://jih.ejournal.unri.ac.id/index.php/JIH/article/view/7862
Mukhtar Sarman. 2018. Pengantar Metodologi Penelitian Hukum Ekonomi dan Sosial. Malang: Prenadamedia Group.
Myrna A. Safitri dan Luluk Uliyah. "Relasi Kuasa dalam Kebijakan Agraria: Kajian Hukum Kritis terhadap Pengakuan Masyarakat Adat di Indonesia." Jurnal Bina Hukum Lingkungan 5, no. 2 (2021): 247-268. https://doi.org/10.24970/jbhl.v5n2.157
Noer Fauzi Rachman dan Mia Siscawati. "Masyarakat Hukum Adat adalah Penyandang Hak, Subjek Hukum, dan Pemilik Wilayah Adatnya: Memahami secara Kontekstual Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia atas Perkara Nomor 35/PUU-X/2012." Jurnal Indigeneous Law Review 1, no. 2 (2022): 57-80. https://doi.org/10.31078/ilr.v1i2.958
Noer Fauzi Rachman. "Kontestasi dan Konflik Kepentingan dalam Penguasaan Sumber Daya Alam di Indonesia." Jurnal Analisis Sosial 19, no. 1 (2020): 87-103. https://doi.org/10.22146/jas.27584
Noer Fauzi Rachman. 2017. Land Reform dari Masa ke Masa: Perjalanan Kebijakan Pertanahan 1945-2009. Yogyakarta: Tanah Air Beta.
Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN No. 18 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penatausahaan Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat
Perda Propinsi Sumatera Barat No. 07 Tahun 2023 tentang Tanah Ulayat
Perda Provinsi Sumatera Barat No. 16 Tahun 2008 tentang Tanah Ulayat dan Pemanfaatannya
Perda Provinsi Sumatera Barat No. 6 Tahun 2008 tentang Nagari
Perda Provinsi Sumatera Barat No. 7 Tahun 2018 tentang Nagari
Peter Mahmud Marzuki. 2021. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Ralf Dahrendorf. 2019. Class and Class Conflict in Industrial Society. Stanford: Stanford University Press.
Rikardo Simarmata dan Bernadinus Steni. 2023. Pluralisme Hukum yang Tidak Setara: Dominasi Negara atas Sistem Hukum Adat dalam Politik Agraria Indonesia. Jakarta: Epistema Institute.
Rikardo Simarmata. "Pendekatan Positivisme dan Dampaknya terhadap Peminggiran Hukum Adat." Jurnal Mimbar Hukum, 31(3) (2019): 385-399. https://jurnal.ugm.ac.id/jmh/article/view/45020
Satjipto Rahardjo. 2019. Ilmu Hukum: Pencarian, Pembebasan dan Pencerahan. Yogyakarta: Genta Publishing.
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. 2019. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Pers.
Sulastriyono dan F. Sari Dian Aristya. "Dilema Pengakuan Tanah Ulayat dalam Sistem Hukum Agraria Nasional: Studi Kasus Tanah Pusako di Sumatera Barat." Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, Vol. 30, No. 1 (2023): 83-105.
Sulastriyono dan Sandra Dini Febri Aristya. "Penerapan Norma dan Asas-asas Hukum Adat dalam Praktik Peradilan Perdata." Jurnal Mimbar Hukum 30, no. 3 (2018): 416-430. https://doi.org/10.22146/jmh.35218
Takdir Rahmadi. 2022. Mediasi Berbasis Kearifan Lokal: Pendekatan Musyawarah Mufakat dalam Penyelesaian Konflik Agraria. Jakarta: Rajawali Pers.
Taufik Abdullah. 2018. Adat dan Revolusi: Kajian Sosiologis tentang Peranan Adat dalam Masyarakat Minangkabau. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana diubah dengan UU No. 19 Tahun 2004
UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA)
UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa
UUD 1945
Yance Arizona dan Erasmus Cahyadi. "Marginalisasi Sistemik: Politik Agraria dan Dampaknya terhadap Hak-Hak Masyarakat Adat Pasca UU Cipta Kerja." Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, Vol. 8, No. 2 (2022): 215-238. https://doi.org/10.38011/jhli.v8i2.435.
Yance Arizona dan Erasmus Cahyadi. "Rekognisi Hukum Adat dan Masyarakat Adat dalam Politik Hukum Indonesia: Dari Kolonial hingga Era Reformasi." Jurnal Konstitusi 16, no. 4 (2019): 675-704. https://doi.org/10.31078/jk1642
Yance Arizona, Malik, dan Irena Lucy Ishimora. 2023. Pengakuan Hukum terhadap Masyarakat Adat: Tren Produk Hukum Daerah dan Nasional Pasca Putusan MK 35/PUU-X/2012. Jakarta: Epistema Institute.
Yance Arizona. "Masyarakat Adat dalam Kontestasi Pembaruan Hukum: Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012." Jurnal Rechtsidee 7, no. 1 (2020): 78-106. https://doi.org/10.21070/jihr.v7i1.955
Yulia Mirwati 2022. Konstruksi Hukum Adat dalam Pembentukan Hukum Nasional. Jakarta: Kencena.
Yulia Mirwati dan A. Sulaiman. "Pluralisme Hukum dan Tantangan Implementasi Hukum Adat dalam Sistem Peradilan Indonesia." Jurnal Yudisial, 14(1) (2021): 127-144. https://jurnal.komisiyudisial.go.id/index.php/jy/article/view/427
Yulia Mirwati dan Kurnia Warman. "Transformasi Tanah Pusako: Antara Komodifikasi dan Resistensi Adat di Era Globalisasi." Jurnal Hukum & Pembangunan, Vol. 51, No. 2 (2021): 429-448. https://doi.org/10.21143/jhp.vol51.no2.2974.
Yulia Mirwati. "Keseimbangan Kosmis dalam Filsafat Hukum Adat: Implikasinya terhadap Politik Agraria Indonesia." Jurnal Rechtsidee 6, no. 2 (2019): 124-143. https://doi.org/10.21070/jihr.v6i2.427
Yulia Mirwati. "Konflik Tanah Ulayat Minangkabau Antara Ketentuan Hukum Adat dan Hukum Negara." Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 22, No. 3 (2015): 412-429. https://doi.org/10.26532/jih.v22i3.4224.
Yulia Mirwati. "Konflik Tanah Ulayat Nagari dalam Perspektif Hukum dan Penyelesaiannya di Sumatera Barat." Jurnal Hukum & Pembangunan 48, no. 4 (2018): 761-783.
Yulia Mirwati. "Paradigma Filosofis Hukum Adat dalam Konteks Pluralisme Hukum Indonesia." Jurnal Yuridika, 35(2) (2020): 241-260. https://e-journal.unair.ac.id/YDK/article/view/15503
Yulia Mirwati. "Rekonstruksi Hukum Adat dalam Sistem Hukum Nasional Indonesia." Jurnal Konstitusi, 18(2) (2022): 376-391. https://doi.org/10.31078/jk1824
Yulia Mirwati. 2019. Dialektika Hukum Adat dan Negara: Eksistensi Tanah Pusako dalam Kontestasi Hukum Modern. Jakarta: Rajawali.
Yulia Mirwati. 2020. Dimensi Spiritual Hukum Agraria: Perspektif Filsafat Hukum Adat. Jakarta: Kencana.
Zuraida. "Perlindungan Hukum Terhadap Tanah Pusako dalam Sistem Pewarisan Matrilineal Minangkabau." Lex Jurnalica 17, no. 1 (2020): 78-93. https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Lex/article/view/3546
Copyright (c) 2026 Supardi, Yulia Mirwati, Rahmides Utami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa UNES Journal of Swara Justisia (UJSJ) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0).
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di UNES Journal of Swara Justisia (UJSJ).















